SUMPAH RAKYAT INDONESIA
KAMI RAKYAT INDONESIA BERSUMPAH
BERBANGSA SATU BANGSA TANPA PENINDASAN
BERTANAH AIR SATU TANAH AIR TANPA
BERBAHASA SATU BAHASA YANG GANDRUNG AKAN KEBENARAN
Maraknya persoalan bangsa yang semakin hari semakin gersang, rakyat semakin tertindas, orang miskin dipelihara untuk mendapat rasa prihatin dari Negara luar untuk memberikan bantuan, orang sakit dijadikan penyumbang terbesar APBN/D, orang bodoh di pelihara, kebodohan dibudayakan, hokum hanya dijatuhkan kepada yang lemah, keringat buruh dihisab oleh orang asing di negeri sendiri, petani semakin terjajah. Itulah realitas yang terjadi di Bangsa ini, realitas diatas adalah gambaran wajah kabupaten Sukabumi. basis kultural sukabumi sudah menjadi individualisme dan liberalisme. Ujung dari individualisme dan liberalisme adalah kapitalisme,yang tak akan memberikan keadilan sosial. ketidakmampuan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan, maka perilaku kekerasan dalam masyarakat sudah menjadi keniscayaan. Ketika negara gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat, implikasi dari menurunnya performa ekonomi itu adalah kriminalitas dan frustrasi sosial. Yang lebih parah adalah pisau hukum kita yang tidak mampan apabila digunakan untuk keluarga Istana/Pendopo, banyak kasus di Kab.Sukabumi yang perlu diketahui oleh masyarakat, hak-hak masyarakat pengguna jamkesma yang sampai saat ini uangnya tertelan oleh para korupsi, begitu pun dengan bantuan pendidikan yang nyaris dihisab habis oleh para pemangku kebijakan. Tentunya tindakan penyelewengan ini adalah dikerjakan dalam bentuk kolektif sesama lingkaran birokrasi. Dan masih banyak lagi rentetan masalah di Kab Sukabumi, KUT,KTNA, Peternakan, Raskin, Bansos, dan hak-hak Rakyat lainnya yang masih tersumbat oleh para pejabat dengan alas an birokrasi, namun pada intinya selalu dijadikan proyek bagi para birokrasi dilingkungan pemerintah. Bahkan yang lebih menyakitkan bagi rakyat adalah bergentanyang para makelar kasus yang selalu membayang-bayangi setiap kasus per kasus. Rakyat kecil sebagai tumbal hokum, pejabat sebagai ATM berjalan para penegak hukum.
Melihat persoalan yang Rakyat yang sangat kronis ini,Sangat disayangkan, peringatan sumpah pemuda tiap 28 Oktober terasa sia - sia dan hampa makna. Perjuangan pemuda Indonesia hanya dilakukan dengan upaca bendera, jalan santai serta seremonial lainnya. Dan sungguh sangat ironis Lembaga kepemudaan menjadi kaki tangan penguasa dalam mensukseskan upaya pembodohan terhadap rakyat. Bahkan kadang-kadang menjadi alat pemerintah untuk membungkam sikap kritis kelompok muda lain dalam memberi solusi dan bersatu melindungi harkat dan martabat bangsa serta bersatu memperjuangkan nasib kaum tertindas, termarginalkan dan kaum yang tidak mendapatkan ketidakadilan.
Billahihayatu Wallahi Hayati Mustad’afin
FRAKSI RAKYAT Sukabumi
Kamis, 28 Oktober 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
Aktivis FRAKSI RAKYAT walkout dalam pertemuan dengan KAPOLRESTA Sukabumi
Kota Sukabumi. Sejumlah aktivis Mahasiswa dari IMM,BK-HIMASI,GMNI yang tergabung dalam FRAKSI RAKYAT (Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat), walkout pada saat pertemuan dengan KAPOLRESTA SUkabumi di hotel Permata Hijau Jl.bayangkara, hal ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak polresta Sukabumi. acara pertemuan ini yang dilakukan karena sebelumnya ada perselihan antara Mahasiswa dan pihak aparat kemanan pada saat aksi massa penolakan Timur Pradopo sebagai KAPOLRI, sekedar untuk diketahui aksi yang dilakukan pada tanggal 7 Oktober yang lalu diwarnani dengan bentrokan antara pihak aparat dan mahasiswa, bentrokan terjadi ketika mahasiswa melakukan pembakaran Ban di bundaran Adipura kota Sukabumi, dan salah satu mahasiswa diseret ke mobil polisi dehingga memancing kemarahan mahasiswa, bukan hanya itu pihak polantas juga ikut melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa.
kami dari (IMM,BK HIMASI,GMNI) melakukan walkout dari ruangan sebagai bentuk kekecawaan terhadap pihak kepolisian,dengan alasan pertama; pada hari Jumat 9 okt kapolres mendatangi sekretariat HMI Cabang Sukabumi, namun kami yang terlibat dalam aksi tidak mengetahui hasil dari pertemuan itu,kedua; sebelum pertemuan ini kami meminta bahwa pertemuan dilakukan ditempat yang sederhana bila perlu di RS Syamsudin namun polres bersedia di tempat yang mewah seperti ini, ketiga; kami memberikan waktu sampai tanggal 13 oktber apabila polres mau bertemu namun pertemuan ini dilakukan pada tanggal 19 oktber, kami curiga karena besok (20 oktber) tepat 1 tahun pemerintah SBY - Boediono, ini sebagai bentuk skenario untuk mentralisir aksi 1 tahun SBY-Boediono,. walaupun demikian bagi kami tidak ada lagi persoalan antar mahasiswa dan polisi, ungkap Rozak Daud dalam pernyataan nya di forum dan langsung keluar meninggalkan ruangan pertemuan dan di ikuti oleh yang lain, pada saat kelompok mahasiswa ini walkout dari ruangan yang masih bertahan dalam ruangan hanya beberapa orang dari HMI dan PB HIMASI.
kami dari (IMM,BK HIMASI,GMNI) melakukan walkout dari ruangan sebagai bentuk kekecawaan terhadap pihak kepolisian,dengan alasan pertama; pada hari Jumat 9 okt kapolres mendatangi sekretariat HMI Cabang Sukabumi, namun kami yang terlibat dalam aksi tidak mengetahui hasil dari pertemuan itu,kedua; sebelum pertemuan ini kami meminta bahwa pertemuan dilakukan ditempat yang sederhana bila perlu di RS Syamsudin namun polres bersedia di tempat yang mewah seperti ini, ketiga; kami memberikan waktu sampai tanggal 13 oktber apabila polres mau bertemu namun pertemuan ini dilakukan pada tanggal 19 oktber, kami curiga karena besok (20 oktber) tepat 1 tahun pemerintah SBY - Boediono, ini sebagai bentuk skenario untuk mentralisir aksi 1 tahun SBY-Boediono,. walaupun demikian bagi kami tidak ada lagi persoalan antar mahasiswa dan polisi, ungkap Rozak Daud dalam pernyataan nya di forum dan langsung keluar meninggalkan ruangan pertemuan dan di ikuti oleh yang lain, pada saat kelompok mahasiswa ini walkout dari ruangan yang masih bertahan dalam ruangan hanya beberapa orang dari HMI dan PB HIMASI.
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
10.32
Tidak ada komentar:
Label:
aktivitas
Mahasiswa buka Posko kegagalan SBY-Boediono
Kota Sukabumi (onlineberita) Banyak cara dilakukan aktivis gerakan Mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah SBY-Boediono selama satu Tahun, salah satu yang dilakukan oleh Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKKERMAPI) dengan membuka Posko Apirasi Rakyat di gerbang masuk lapangan merdeka Kota Sukabumi. hal ini dilakukan untuk menjaring aspirasi rakyat mengenai keluhan dan harapan dari masyarakat atas kinerja SBY-Boediono. "ini kami lakukan bukan berarti menafikkan keinerja wakil rakyat kita (DPR/D) tetapi sebagai bentuk pengabdian kami untuk menyampaikan keinginan masyarakat" ungkap Abubakar Abdul Hasan presidium FOKKERMAPI willayah Jawa-Bali dan Nusa Tenggara, disela-sela kegiatan. aksi ini mendapa simpati dari masyarakat publik, Bapa Jaji (56 Thn) dari kec.kebonpedes seorang pedagang gorengan keliling pun ikut menyampaikan keluhannya, janji terus pa SBY sebaiknya di ganti sama orang yang, ungkap Pa' Jaji dengan penuh lugu. ketika sisinggung siapa yang menjadi pengganti SBY, Pa Jaji tidak tahu siapa yang penting presiden harus diganti, ungkapnya.
para Mahsiswa ini menilai SBY gagal menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia, mengakibatkan negara tetangga pun berani bertindak melecehkan kedaulatan negara. Banyak TKI yang dilecehkan oleh negara yang ditempati para pekerja Indonesia. Disintegrasi bangsa yang terjadi akibat dari ketidak-mampuan presiden SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan mengatur dan menjaga stabilitas negara, dan juga gagal menghentikan komersialisasi pendidikan yang berakibat pada terjadinya kebodohan dalam masyarakat. Hal ini adalah bukti pembatasan bagi rakyat dalam mengenyam pendidikan seperti zaman penjajahan Pendidikan tidak berbasis pada sejarah dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Ungkap Abubakar dalam pernyataan sikapnya.
para Mahsiswa ini menilai SBY gagal menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia, mengakibatkan negara tetangga pun berani bertindak melecehkan kedaulatan negara. Banyak TKI yang dilecehkan oleh negara yang ditempati para pekerja Indonesia. Disintegrasi bangsa yang terjadi akibat dari ketidak-mampuan presiden SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan mengatur dan menjaga stabilitas negara, dan juga gagal menghentikan komersialisasi pendidikan yang berakibat pada terjadinya kebodohan dalam masyarakat. Hal ini adalah bukti pembatasan bagi rakyat dalam mengenyam pendidikan seperti zaman penjajahan Pendidikan tidak berbasis pada sejarah dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Ungkap Abubakar dalam pernyataan sikapnya.
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
10.13
Tidak ada komentar:
Label:
aktivitas
Kamis, 14 Oktober 2010
BEM STISIP WPM Peduli Bencana Warrior Papua
Kota Sukabumi Duka Masyarakat Warrio Papua akibat Banjir adalah duka semua anak negeri, kejadian ini mendapat simpati dari Sejumlah mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi menggelar aksi solidaritas banjir bandang Wasior. Aksi ini dilakukan untuk menggalang dana sumbangan di sejumlah titik perempatan Kota Sukabumi pada Rabu (14/10/2010).
Koordinator kegiatan, Abubakar Abdul Hasan mengatakan aksi solidaritas akan terus berlanjut hingga Tanggal 01 November 2010. “ Kegiatan ini sebagai wujud solidaritas kepada saudara kita yang terkena musibah banjir bandang. Meski tak seberapa, tapi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk saudara-saudara yang di Wasior yang kehilangan saudara atau harta benda. banjir bandang Warrior adalah bencana yang menelan korban nyawa cukup banyak dan infstruktur sehingga membawa penderitaan yang mendalam oleh karena itu Mahasiswa STISIP WPM Sukabumi ingin menggugah solidaritas masyarakat Sukabumi untuk meringankan penderitaan masyarakat Warrior “ ujar dia, disela-sela penggalangan dana di depan Pendopo Bupati Jl.A.Yani Kota Sukabumi.
Aksi ini melibatkan puluhan mahasiswa yang diprakarsai oleh pengurus BEM, .”Setiap titiknya melibatkan sekitar 10 mahasiswa. Kami menggalang aksi dana pada pagi hari sampai siang pukul 14.00, sebelum masuk kuliah, karena kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Selain kami, . Selanjutnya, uang sumbangan itu dikumpulkan jadi satu,” terangnya.
Koordinator kegiatan, Abubakar Abdul Hasan mengatakan aksi solidaritas akan terus berlanjut hingga Tanggal 01 November 2010. “ Kegiatan ini sebagai wujud solidaritas kepada saudara kita yang terkena musibah banjir bandang. Meski tak seberapa, tapi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk saudara-saudara yang di Wasior yang kehilangan saudara atau harta benda. banjir bandang Warrior adalah bencana yang menelan korban nyawa cukup banyak dan infstruktur sehingga membawa penderitaan yang mendalam oleh karena itu Mahasiswa STISIP WPM Sukabumi ingin menggugah solidaritas masyarakat Sukabumi untuk meringankan penderitaan masyarakat Warrior “ ujar dia, disela-sela penggalangan dana di depan Pendopo Bupati Jl.A.Yani Kota Sukabumi.
Aksi ini melibatkan puluhan mahasiswa yang diprakarsai oleh pengurus BEM, .”Setiap titiknya melibatkan sekitar 10 mahasiswa. Kami menggalang aksi dana pada pagi hari sampai siang pukul 14.00, sebelum masuk kuliah, karena kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Selain kami, . Selanjutnya, uang sumbangan itu dikumpulkan jadi satu,” terangnya.
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
03.33
Tidak ada komentar:
Label:
aktivitas
Rabu, 15 September 2010
Anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI-P akan di Calonkan jadi Bupati Kab Lembata - NTT
Mahasiswa Asal Kabupaten Lembata NTT Mengadakan Halal Bil Halal
Kurang lebih 200 orang perwakilan Mahasiswa Asal Kab Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) di Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang tergabung dalam Lingkar Muda Lembata mengadakan Halal Bil Halal dan diskusi mengenai perkembangan dan pembangunan Kab Lembata kedepan di perum Harapan Indah Regency Bekasi Timur Selasa 14/09/2010. Acara ini ssekaligus temu kangen dari kelompok Mahasiswa dari berbagai Agama dan wilayah yang berada di Kab.Lembata untuk mempererat silaturahmi dan membangun persamaan sesama generasi muda sebagai bentuk kepedulian terhadap Daerah asalnya. hal ini diungkapkan oleh Koordinator kegiatan Jufridin Erdogan, "acara ini sebagai momentum silaturahmi intelektual setelah Bulan Suci Ramadhan, kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh Mahasiswa beragama Islam tetapi kawan-kawan Mahasiswa yang beragama Kristen pun ikut kumpul pada acara ini. karena berbicara masalah Lem bata adalah tanggung jawab semua generasi muda tanpa membedakan agama,staus sosial yang penting kita harus memperkuat kebersamaan diantara sesama Mahasiswa Asal Kab.Lembata. ungkap Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jakarta ini. kegiatan ini juga di isi dengan diskusi mengenai perkembangan Kab Lembata menjelang PILKADA 2011 nanti, 'sehingga kami akan membicarakan banyak hal untuk pembangunan Kab Lembata kedepan, karena 2 Periode kepemimpinan Andreas Dulimanuk kami menganggap gagal, padahal Pak Kab Lembata baru memisahkan diri dari Kab.Folres Timur, namun sampai saat ini tidak ada perubahan minimal meletakan dasar pembangunan di Kab.Lembata pun tidak ada, yang ada hanya membuat Lembata jadi amburadul' tambah Jufri.
Hadir juga pada kegiatan ini perwakilan dari Forum Pembaharuan Lembata (FPL), " mengenai persoalan kepemimpinan Kab Lembata kedepan yang akan ditentukan dalam pesta Demokrasi nanti di 2011, kami dari FPL tidak mempersoalkan siapapun kandidat yang mencalonkan diri yang penting memiliki track record dan komitmen untuk pembangunan Kab.Lembata kedepan. kami melihat 10 Tahun Otonomi Daerah Kab.Lembata tidak ada perubahan sama sekali" ungkap Perwakilan FLP Linus Monteru. pada kesempatan ini hadir juga Eliaser Yentji Sunur (Yance) Putra Daerah asal Lembata yang sekarang menjadi Anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI P, dalam kesempatan ini Yance mengatakan bahwa banyak problematika yang terjadi di Lembata sejak Otonomi Daerah menurutnya, tiga hal yang menjadi dasar pembangunan Kab Lembata saat ini adalah sektor Ekonomi, Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. "tiga hal ini yang akan menjadi penunjang pembangunan di Kab Lembata serta ada skala prioritas pembangunan, untuk saat ini di Lembata saya menilai adalah masalah Tata Ruang dan penataan Kota serta distribusi pembangunan ekonomi berdasarkan keunggulan Daerah,karena Kab Lembata memiliki berbagai ragam keunggulan di setiap kecamatan, ungkap Yance. Pemerintah harus bisa memiliki inovasi baru untuk pembangunan Lembata terutama akses transportasi sebagai penujang aktivitas masyarakat Lembata sehingga bisa menjadi Kabupaten yang mandiri, tambah pria yang rencana akan dicalonkan menjadi Bupati Lembata di PILKADA 2010 nanti.
Kurang lebih 200 orang perwakilan Mahasiswa Asal Kab Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) di Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang tergabung dalam Lingkar Muda Lembata mengadakan Halal Bil Halal dan diskusi mengenai perkembangan dan pembangunan Kab Lembata kedepan di perum Harapan Indah Regency Bekasi Timur Selasa 14/09/2010. Acara ini ssekaligus temu kangen dari kelompok Mahasiswa dari berbagai Agama dan wilayah yang berada di Kab.Lembata untuk mempererat silaturahmi dan membangun persamaan sesama generasi muda sebagai bentuk kepedulian terhadap Daerah asalnya. hal ini diungkapkan oleh Koordinator kegiatan Jufridin Erdogan, "acara ini sebagai momentum silaturahmi intelektual setelah Bulan Suci Ramadhan, kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh Mahasiswa beragama Islam tetapi kawan-kawan Mahasiswa yang beragama Kristen pun ikut kumpul pada acara ini. karena berbicara masalah Lem bata adalah tanggung jawab semua generasi muda tanpa membedakan agama,staus sosial yang penting kita harus memperkuat kebersamaan diantara sesama Mahasiswa Asal Kab.Lembata. ungkap Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jakarta ini. kegiatan ini juga di isi dengan diskusi mengenai perkembangan Kab Lembata menjelang PILKADA 2011 nanti, 'sehingga kami akan membicarakan banyak hal untuk pembangunan Kab Lembata kedepan, karena 2 Periode kepemimpinan Andreas Dulimanuk kami menganggap gagal, padahal Pak Kab Lembata baru memisahkan diri dari Kab.Folres Timur, namun sampai saat ini tidak ada perubahan minimal meletakan dasar pembangunan di Kab.Lembata pun tidak ada, yang ada hanya membuat Lembata jadi amburadul' tambah Jufri.
Hadir juga pada kegiatan ini perwakilan dari Forum Pembaharuan Lembata (FPL), " mengenai persoalan kepemimpinan Kab Lembata kedepan yang akan ditentukan dalam pesta Demokrasi nanti di 2011, kami dari FPL tidak mempersoalkan siapapun kandidat yang mencalonkan diri yang penting memiliki track record dan komitmen untuk pembangunan Kab.Lembata kedepan. kami melihat 10 Tahun Otonomi Daerah Kab.Lembata tidak ada perubahan sama sekali" ungkap Perwakilan FLP Linus Monteru. pada kesempatan ini hadir juga Eliaser Yentji Sunur (Yance) Putra Daerah asal Lembata yang sekarang menjadi Anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI P, dalam kesempatan ini Yance mengatakan bahwa banyak problematika yang terjadi di Lembata sejak Otonomi Daerah menurutnya, tiga hal yang menjadi dasar pembangunan Kab Lembata saat ini adalah sektor Ekonomi, Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. "tiga hal ini yang akan menjadi penunjang pembangunan di Kab Lembata serta ada skala prioritas pembangunan, untuk saat ini di Lembata saya menilai adalah masalah Tata Ruang dan penataan Kota serta distribusi pembangunan ekonomi berdasarkan keunggulan Daerah,karena Kab Lembata memiliki berbagai ragam keunggulan di setiap kecamatan, ungkap Yance. Pemerintah harus bisa memiliki inovasi baru untuk pembangunan Lembata terutama akses transportasi sebagai penujang aktivitas masyarakat Lembata sehingga bisa menjadi Kabupaten yang mandiri, tambah pria yang rencana akan dicalonkan menjadi Bupati Lembata di PILKADA 2010 nanti.
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
06.26
Tidak ada komentar:
Label:
politik
Sabtu, 04 September 2010
Mahasiswa Baru UMMI di Gembleng
Kota Sukabumi. sekitar 620 Mahasiswa Baru Universitas Muhammdiyah Sukabumi mengikuti masa Ta'aruf dan perkenalan (MASTAKA) atau yang biasa dikenal dengan istilah ospek, selama 8 hari yang dimulai pada tanggal 28 Agustus-04 September 2010. kegiatan ini merupakan untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada Mahasiswa Baru, selama proses penggemblengan mahasiswa ada hal yang baru tidak seperti biasanya tahun-tahun sebelumnya atau kegiatan ospek di kampus lain yang identik dengan kekerasan fisik. "tahun ini kami lebih mengarahkan mahasiswa baru pada orientasi inteklektual tidak melakukan pembinaan fisik, hal ini untuk membangun mahasiswa yang mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian" ungkap ketua Panitia MASTAKA UMMI 2010 Billy Priandi. Bahkan kegiatan ini diakhiri dengan Buka Bersama dengan kurang lebih 800 orang anak Yatim Piatu dan pembagian bingkisan dalam bentuk barang dan uang dari Panti Asuhan Ummu Salamah dan Alkautsar Kota Sukabumi (04/09/2010). "sebagai contoh pengabdian dan membangun kepekaan sosial Mahasiswa kami pun melakukan buka bersama anak yatim piatu, dan membagi-bagi sembako kepada masyarakat bukan hanya di lingkungan kampus, tapi sampai ke daerah pelosok kabupaten sukabumi yaitu Palabuhanratu dan daerah pajampangan sampai ke Surade" tambah Billy.
Ditempat yang sama menurut Presiden BEM UMMI Selpi Setyadi saat dikonfirmasi oleh Onlineberita. berharap output dari kegiatan ini baik kegiatan sosial maupun pembinaan selama 8 hari bisa membentuk mahasiswa UMMI yang memiliki daya kritis tinggi serta terbentuk jiwa semangat generasi muda sebagai pemimpin dimasa yang akan datang. "saya memiliki harapan besar kepada mahasiswa baru ini nanti nya bisa mampu berinteraksi sosial serta mengaplikasikan di masyarakat sebagai wujud nyata mahasiswa adalah agen perubahan dan alat kontrol pemerintah" terang nya. (Rozak Daud)
Ditempat yang sama menurut Presiden BEM UMMI Selpi Setyadi saat dikonfirmasi oleh Onlineberita. berharap output dari kegiatan ini baik kegiatan sosial maupun pembinaan selama 8 hari bisa membentuk mahasiswa UMMI yang memiliki daya kritis tinggi serta terbentuk jiwa semangat generasi muda sebagai pemimpin dimasa yang akan datang. "saya memiliki harapan besar kepada mahasiswa baru ini nanti nya bisa mampu berinteraksi sosial serta mengaplikasikan di masyarakat sebagai wujud nyata mahasiswa adalah agen perubahan dan alat kontrol pemerintah" terang nya. (Rozak Daud)
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
09.51
Tidak ada komentar:
Label:
aktivitas
Jumat, 03 September 2010
Aktivis PII dan HMI membakar baligo Gubernur Jawa Barat
Kota Sukabumi (onlineberita)Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana dari APBD untuk mencetak dan mengirim kartu selamat Lebaran. Alokasi dana itu terdiri atas biaya cetak Rp 700 juta dan prangko senilai Rp 1,012 miliar. Dengan demikian, total biayanya Rp 1,7 miliar. mendapat sorotan dari aktivis Sukabumi, pada saat melakukan aksi penolakan pembuatan kartu ucapan selamat Idul Fitri oleh Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat (4/9/2010) para aktivis yang terdiri dari Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini medatangi balaikota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi.
"kami mengaggap bahwa kebijakan ini sangat mencederai rakyat Jawa Barat, anggaran sebesar itu lebih baik digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti dialokasikan untuk mengentas kemiskinan" kata Angga Perwira ketua HMI pada saat Orasinya kemarin. para Demonstran ini diterima oleh Kostaman mewakil pemerintah Kota Sukabumi. dalam pernyataannya Kostaman mengatakan bahwa, pihak pemerintah akan mempertimbangkan hal ini, karena bukan kapasitas saya untuk mengambil keputusan, "nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk mempertimbangkan tuntutan adik-adik mahasiswa", kata Kostaman, bahkan para Demonstran menuntut agar pemerintah Kota Sukabumi harus menjadi contoh kepada Pemerintah daerah lain di jawa barat untuk menolak kartu ucapan selamat dari Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat.
Sedangkan menurut ketua Umum PII Sukabumi Fajri Arkiang, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah sebagai bentuk pendzoliman terhadap rakyat ditengah kemiskinan, "lebih baik dana tersebut digunakan untuk anggaran pendidikan atau untuk pengembangan ekonomi Ummat seperti penambahan modal usaha bagi pedang kaki lima, hal itu lebih mulia dari pada hanya untuk dipakai hura-hura sebagai bentuk pencitraan politik".
Apalagi, kata Fajri, kartu yang per lembarnya senilai Rp 2.500 itu juga tidak ada manfaatnya sama sekali bagi rakyat. Menurut dia, pemberian ucapan selamat Idul Fitri dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ini sebagai bentuk ketidak harmonisan antara orang nomor satu dan nomor dua di Jabar ini, karena, kartu lebaran tersebut ada lembaran hanya foto Ahmad Heryawan yang terpisah dengan dede Yusuf. ' kalo memang ini atas nama pemerintah Jawa Barat seharusnya dipaketkan saja antara keduanya bukan terpisah masing-masing, sedangkan anggaran yang digunakan adalah APBD", tambahnya. menganggapi hal itu Faisal Anggota DPRD Kota Sukabumi, menegaskan apabila terbukti pengadaan kartu lebaran ini adalah menggunakan APBD maka kami akan menolaknya, tetapi apabila ini adalah dana pribadi maka kamipun tidak akan banyak intervensi, namun info yang kami dengar saat ini sedang diaudit oleh KPK, maka kita tunggu saja hasil kerja dari tim KPK, jelasnya.
Belum puas dengan pernyataan dari legislatif dan eksekutif Kota Sukabumi, para Demonstran juga menurunkan Baligo Ahmad Heryawan berukurang 4x2 di depan Balaikota dan di lapang merdeka kota Sukabumi langsung dibakar di tengah Lapang Merdeka sebagai bentuk kekecewaan. mengingat Baligo ini ternyata tidak memiliki izin pemasangan alis ilegal. "kami menurunkan Baligo ini karena ilegal, karena bentuk ketidak adilan pemerintah kota mengingat beberapa minggu kebelakang Baligo kami diturunkan oleh Sat Pol PP, dengan alasan tidak memiliki izin ternya Baligo Ahmad heryawan juga sama tidak memiliki izin tetapi kenapa tidak diturunkan" ungkap Fajri.
"kami mengaggap bahwa kebijakan ini sangat mencederai rakyat Jawa Barat, anggaran sebesar itu lebih baik digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti dialokasikan untuk mengentas kemiskinan" kata Angga Perwira ketua HMI pada saat Orasinya kemarin. para Demonstran ini diterima oleh Kostaman mewakil pemerintah Kota Sukabumi. dalam pernyataannya Kostaman mengatakan bahwa, pihak pemerintah akan mempertimbangkan hal ini, karena bukan kapasitas saya untuk mengambil keputusan, "nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk mempertimbangkan tuntutan adik-adik mahasiswa", kata Kostaman, bahkan para Demonstran menuntut agar pemerintah Kota Sukabumi harus menjadi contoh kepada Pemerintah daerah lain di jawa barat untuk menolak kartu ucapan selamat dari Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat.
Sedangkan menurut ketua Umum PII Sukabumi Fajri Arkiang, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah sebagai bentuk pendzoliman terhadap rakyat ditengah kemiskinan, "lebih baik dana tersebut digunakan untuk anggaran pendidikan atau untuk pengembangan ekonomi Ummat seperti penambahan modal usaha bagi pedang kaki lima, hal itu lebih mulia dari pada hanya untuk dipakai hura-hura sebagai bentuk pencitraan politik".
Apalagi, kata Fajri, kartu yang per lembarnya senilai Rp 2.500 itu juga tidak ada manfaatnya sama sekali bagi rakyat. Menurut dia, pemberian ucapan selamat Idul Fitri dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ini sebagai bentuk ketidak harmonisan antara orang nomor satu dan nomor dua di Jabar ini, karena, kartu lebaran tersebut ada lembaran hanya foto Ahmad Heryawan yang terpisah dengan dede Yusuf. ' kalo memang ini atas nama pemerintah Jawa Barat seharusnya dipaketkan saja antara keduanya bukan terpisah masing-masing, sedangkan anggaran yang digunakan adalah APBD", tambahnya. menganggapi hal itu Faisal Anggota DPRD Kota Sukabumi, menegaskan apabila terbukti pengadaan kartu lebaran ini adalah menggunakan APBD maka kami akan menolaknya, tetapi apabila ini adalah dana pribadi maka kamipun tidak akan banyak intervensi, namun info yang kami dengar saat ini sedang diaudit oleh KPK, maka kita tunggu saja hasil kerja dari tim KPK, jelasnya.
Belum puas dengan pernyataan dari legislatif dan eksekutif Kota Sukabumi, para Demonstran juga menurunkan Baligo Ahmad Heryawan berukurang 4x2 di depan Balaikota dan di lapang merdeka kota Sukabumi langsung dibakar di tengah Lapang Merdeka sebagai bentuk kekecewaan. mengingat Baligo ini ternyata tidak memiliki izin pemasangan alis ilegal. "kami menurunkan Baligo ini karena ilegal, karena bentuk ketidak adilan pemerintah kota mengingat beberapa minggu kebelakang Baligo kami diturunkan oleh Sat Pol PP, dengan alasan tidak memiliki izin ternya Baligo Ahmad heryawan juga sama tidak memiliki izin tetapi kenapa tidak diturunkan" ungkap Fajri.
Diposting oleh
Fraksi Rakyat [Suara Pembebasan] The Power Of Civil Society
di
08.02
Tidak ada komentar:
Label:
aktivitas
Langganan:
Postingan (Atom)